Alun alun Kota Bogor hari Minggu (21/8/2022) terlihat lebih istimewa. Sejumlah anak muda berkumpul mengikuti kegiatan Youth Innovation Festival sebagai rangkaian kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi Youth 20 (KTT Y20). Youth 20 merupakan wadah bagi pemimpin muda masa depan dari seluruh negara anggota G20 untuk berdiskusi, berargumen, dan bertukar ide, hingga mencapai kesepakatan bersama untuk isu isu mendesak di dunia sejalan dengan agenda Presidensi G20. Festival ini diinisiasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat ini mendapat dukungan dari lembaga filantropi Yayasan Bakti Barito dan bertujuan agar pesan Y20 tersampaikan ke pemuda Indonesia dengan cara kreatif melalui community activation, metaverse dan digital campaign dengan mengangkat 4 tema besar.

Yakni, Ketenagakerjaan Pemuda, Transformasi Digital, Planet yang Berkelanjutan dan Layak Huni dan Keberagaman dan Inklusi. Di kegiatan ini, Bakti Barito menjadi salah satu panelis untuk topik diskusi Planet yang Berkelanjutan dan Layak Huni bersama dengan Founder & CEO Waste4Change, Bijaksana Junerosano, dan Miss Indonesia 2018, Alya Nur Shabrina. Dalam paparannya, Direktur Yayasan Bakti Barito, Dian A. Purbasari menjelaskan, tugas utama lembaganya adalah memberikan support dan monitoring seluruh anak perusahaan yang berada di bawah Grup Barito Pacific dalam melakukan berbagai kegiatan sosial di bidang pendidikan, lingkungan dan ekonomi sirkular.

Dian menambahkan, dari sisi lingkungan, Bakti Barito aktif dalam mempromosikan pengelolaan atau pemilahan sampah dari sumbernya. Dia menjelaskan, ongkos terbesar dari pengelolaan sampah ada di proses pemilahannya. Kami bekerjasama dengan organisasi pemuda dan stakeholder lainnya di daerah terutama di wilayah operasional anak usaha Grup Barito Pacific. Kontribusi yang sudah dilakukan lembaganya selama ini adalah dengan berkolaborasi dengan pemerintah mendukung program program pemerintah untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Dia mengatakan, peran serta swasta dalam hal ini adalah mendukung dan menjadi pendamping dari program pemerintahmelalui inovasi. “Kami juga melakukan konservasi terutama di wilayah Jawa Barat. Dari tahun 2012 kami sudahmelakukan reforestasi di wilayah hutan lindung dan kawasan kawasan daya dukung keanekaragaman hayati. Namun sayangnya, laju deforestasi melebihi kecepatan kami dalam melakukan penanaman kembali. Dibutuhkan dukungan dari semua pihak untuk bersama sama menekan laju deforestasi,” ujar Dian. Dia menamnbahkan, bagi Grup Barito Pacific, keberlanjutan adalah landasan dari strategi Perseroan dan visi jangka panjang dengan terus mengukur dan mengurangi emisi selain mengupayakan target yang dapat dicapai dan membantu mengubah perilaku, baik perusahaan dan individu.

Dia menyebutkan, penggunaan energi terbarukan dilakukan di unit pabrik operasional sampai keoptimalisasi penggunaan energi bersih. Seperti dilakukan anak usaha Barito Pacific yakni PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (Chandra Asri) melakukan inovasi aspal dicampur plastik dari sampah kantong plastik yang tidak memiliki recycle value dicampur menjadi aspal bersama Kementerian PUPR. Gelaran aspal plastik ini ditargetkan bisa menjangkau jalan sejauh 100 km pada tahun 2025. Jalan aspal plastik ini sudah diaplikasikan di berbagai ruas jalan di Garut hingga 2023 sepanjang 50 km.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *